Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ziarah KH Kholil Bangkalan Madura, Gurunya para ulama Nusantara

Tak kusangka, Sy diberi rezeki ke pulau madura, yang terkenal dengan sate madura tak ye.....

saat itu tahun 2013 saya berkelana ke jawa timur mencari pegangan...... dak taunya saya diarahkan ke Madura. Alhamdulillah.... saya berangkat dari tegal menuju semarang.....dan disemarang jemput temen saya sebagai pengganti nyupir. di surabaya kami beristirahat sejenak mencari makan dan menghilangkan lelah.
jalan surabaya saya tapaki untuk mencari sesuap nasi. dan kemudian barulah dengan mantab saya melewati jembatan suramadu. suramadu ini singkatan dari surabaya dan madura. jembatan ini dibuat sekitar tahun 2007 an kalo dak salah.....

Sempet menikmati pemandangan di tengah laut karena saya melewati jembatan suramadu. dari surabaya ke madura cukup menempuh sekitar 20 menit perjalanan mobil. dengan kecepatan 60 km/jam.

setelah mendarat di madura, kemudian saya tanya ke orang. Dimana makam syaikh kholil bangkalan. akhirnya saya diarahkan ke desa Bangkalan. tidak jauh dari pintu suramadu, sekitar 1 jam perjalanan dari jembatan suramadu ke bangkalan. dengan perjalanan normal. alias tidak macet.

kemudian sampailah saya di masjid syaikhuna Kholil bangkalan...... disini ..... saya mandi dulu....kemudian bersih bersih badan.....kemudian melakukan ziarah....... setelah berziarah....sy melihat sekeliling dan dalam masjid.

semua ornamen dan masjid bangkalan sangat bagus. terlukis ukiran semen dengan kaligrafi yang cantik. masjidnya besar dan megah. parkir luas.... dan nyaman sekali untuk beristirahat sambil berdzikir di dalam masjid.

setelah selesai semua.... kami langsung pulang dan akhirnya pulang ke jepara. untuk beristirahat.

semoga saya bisa kembali lagi berziarah ke sana. Bangkalan Madura. Jawa Timur.

Syaikhuna KH Kholil Bangkalan Madura adalah guru para ulama yang telah mendidik santri-santrinya dengan sesuatu yang unik.

Dulu seoarang santri yang berasal dari Magelang, bernama Manab. Ketika hari libur tiba, (manab adalah golongan orang tidak mampu dan juga tidak pernah dikirimi oleh orang tuanya), Manab bekerja di sawah warga sekitar ponpes untuk mendapatkan upah atau kumpulan ikat padi sebagai bahan makanan selama ngaji dengan Mbah Kholil. Setelah selesai kerja disawah dan pulang sampai di Demangan, KH Kholil lagi duduk di teras rumahnya, dan terlihat santri Manab datang dengan bawa 2 karung beras. KH kholil berkata kepadanya:

"Pas banget, ayam-ayamnya belum makan..... "

Manab kemudian menangkap keinginan Gurunya, lalu dengan sigap, manab menebarkan berasnya di kandang ayam Guru KH Kholil. Akhirnya bekal dari perolehan upah kerjanya habis dimakan ayam. Kang Santri Manab akhirnya menjadi ulama besar dengan mendirikan perguruan pesantren yang mempunyai ribu-an santri sampai sekarang, ia adalah KH. Abdul Karim, pendiri Ponpes Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

santrinya lagi, Muhammadun dari Lasem Mbah KH Kholil menyuruh santri-santrinya untuk membuat "kurungan" ayam. Dan kemudian Mbah KH Kholil menyambut ke-datang-an Muhammadun dengan memerintahkan ia untuk masukkan dirinya ke dalam kurung ayam tersebut. Muhammadun melaksanakan perintah gurunya tanpa kesal sedikit-pun. Muhammadun ini akhirnya menjadi "Jago" Pulau Jawa, menjadi kiyai Aliim nan-Karismatik yang terkenal dengan Mbah KH Maksum Lasem.

Lain halnya dengan Santri berasal dari Tambak Beras, Jombang, Abdul Wahhab. Ia mengalami pengalaman yang unik, seru dan menegangkan. Ia baru masuk ponpes di gerbang pondok Mbah KH Kholil, Santri Wahhab di-sambut clurit dan pedang yang dibawa oleh para Santri dan menyerangnya. kaget dan ia kabur dan berlari keluar. Mbah KH Kholil ini ternyata sudah menyuruh para santrinya untuk berjaga dan siaga di hari itu karena akan ada "Macan" yang mau masuki ponpes. Nasib, Abdul Wahhab ini dituduh sebagai "Macan" sehingga menjadi incaran para santri.

Pada hari esoknya, Abdul Wahhab kembali ke Ponpes dengan tidak kapok, ternyata hal yang sama ia menjadi incaran clurit serta pedang. Tak Kapok, ia datang lagi di Malam Hari ketiga, akhirnya berhasil masuk dan istirahat tidur di Langgar (musholla) Pesantren. Kemudian Mbah KH Kholil mendatangi dan membangunkan-nya. Mbah KH Kholil menerimanya jadi santrinya. Abdul Wahhab inilah Macan NU, KH Wahhab Hasbullah, Pengasuh Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang.

Dan masih banyak cerita nyata sejarah ulama ulama karismatik ketika berguru mencari ilmu agama.

update;

bersama keluarga MWC NU Jepara, saya dan rombongan berziarah kembali di makam wali ini. 

Kami melakukan ziarah ke bangkalan madura juga dalam rangka ingin sowan ke pesantren mbah kholil juga. singkat cerita kami sampai di bangkalan pas waktu subuh. Kami bergegas bersih bersih dan melakukan sholat subuh di masjid mbah kholil bangkalan ini. 

Kami juga sempatkan berfoto bersama sama, ada yang sekeluarga dan ada yang selfie. ini lah indahnya kebersamaan. 

Setelah selesai bersuka ria di halaman masjid mbah kholil, kami bergegas ke pesantren mbah kholil, namun, setelah ada kabar dari pengasuh pesantren, bahwa untuk saat ini tidak bisa ditemui, namun karena sudah membawa oleh oleh, kami hanya mengantar oleh olehnya saja. dan akhirnya kami kembali pulang ke jepara.

Insyaallah lain waktu, bisa sowan ke pesantren beliau.

Posting Komentar untuk "Ziarah KH Kholil Bangkalan Madura, Gurunya para ulama Nusantara"