Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ziarah di Bulan Ramadhan dan setelah Lebaran

Ziarah kubur adalah hal yang sunnah dan dianjurkan. Banyak dalil tentang kesunnahan ziarah kubur. Tradisi berziarah kubur adalah tradisi para sholihin dari jaman dulu hingga sekarang. Ziarah kubur juga banyak manfaatnya, manfaat yang paling nyata adalah ketika melihat kubur langsung ingat bahwa kita juga akan menyusul dan segera meninggalkan dunia ini yang fana. 
Pada gambar ini adalah gambar yang saya ambil saat saya berziarah kubur di makam kakek saya, yaitu bapaknya bapak saya. yang bernama Mbah Sulaiman bin Miran. Beliau mempunyai istri bernama Mbah Marwiyah binti Karnawi bin Alwi. ila ruhihim, lahumul Faatihah. (mohon hadiah fatihah kepada leluhur saya ini bagi anda yang membaca artikel ini). dan saya haturkan banyak terimakasih.

Makam mbah saya ini ada di pemakaman umum Desa Demangan Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara. Walaupun saya tidak rutin berziarah kakek saya ini, setidaknya saya menulis tentang kehidupan beliau saat masih bersama kami. 

Saya masih ingat betul bahwa kakek saya ini pekerjaannya adalah tukang becak dan nenek saya adalah penjual bakso di pasar sore Demangan Tahunan Jepara.

Ketika itu saya masih SD, saya juga diajari kakek saya membuat Alat Parut Kelapa yang dibuat dari kayu dan potongan kawat yang kemudian ditancapkan di kayu tersebut. selain itu saya juga diajari membuat ayaman bambu dan berbagai macam kerajinan lainnya untuk dijual dipasar sambil mengkayuh becaknya di Kota Jepara. 

Ketika saya beranjak MTs, saya ingat kakek saya ini mulai sakit sakitan sedangkan nenek saya justru semakin strong dan sangat rajin berjualan di pasar sore. Nenek saya seringkali meminta saya untuk membantu membawakan bakwan, bakso, pisang goreng, dan berbagai macam makan dagangan untuk di jual di pasar sore Demangan, yang kebetulan letaknya hanya beberapa langkah dari depan rumah. 

Kami semua waktu itu sangat pekerja keras untuk menghidupi kebutuhan kehidupan sehari hari. 

Kakek saya sering menasehati saya untuk menjadi pribadi yang jujur dan bertanggungjawab. Saya selalu diajari bagaimana memandang masalah kehidupan dengan segala yang ada dengan positif thingking. Namun belum saya lulus MTs, kakek saya sudah meninggal dunia. Kakek saya selalu memberi pesan kepada saya bahwa 
"kelak nanti kalo kamu sudah dewasa akan menjadi manusia yang bermanfaat di masyarakat".

Namun sampai saya menulis ini, rasanya saya masih jauh dari kata itu, saya belum bisa memberikan manfaat apapun kepada keluarga, apalagi masyarakat. akan tetapi saya akan tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk semuanya. 

Setelah kepergian kakek saya, nenek berangsur angsur berubah menjadi lebih baik, lebih kalem dan santun. seiring berjalannya waktu, nenek saya selalu mengharapkan saya sebagai cucunya yang terus mendoakan mereka berdua. Hanya itu keinginan nenek saya. oleh karena itu, Sy terus dan selalu mendoakan kakek nenek. Nenek saya meninggal saat saya masih semester satu di bangku kuliah, Universitas Negeri Semarang. 

Walaupun saya dari kalangan orang yang tidak mampu, namun semangat belajarku selalu tinggi dan apapun halangannya akan saya singkirkan untuk mencari ilmu. dan sampai hari ini ilmu itu akan terus kucari sampai saya meninggal dunia. yaitu ilmu agama yang buat bekal nanti. 

Ilmu agama yang kucari ini adalah ilmu yang dloruri, ilmu yang wajib dipelajari. dimulai dari ilmu akidah, fiqih dan lainnya. Dengan akidah ahlussunnah waljamaah yaitu Allaah Ada Tanpa Tempat, adalah akidah yang akan terus sy pelajari dan saya ajarkan kepada keluarga saya. anak-anak saya dan cucu-cucu saya kelak nanti jika saya masih hidup. 

Karena kehidupan ini adalah sangat singkat, sebentar saja. sedangkan menunggu kiamat di dalam kuburan adalah waktu yang lama. lebih lama dari hidup kita di dunia. karena kita tidak tahun kapan kiamat akan datang. yang jelas kiamat pasti datang. 

Manfaat Ziarah Kubur

Rosulullooh shollalloohu ‘alayhi wasallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Huroiroh bahwa Nabi Musa berdoa:
 " رَبِّ أَدْنِنِيْ مِنَ الأَرْضِ الْمُقَدَّسَةِ رَمْيَةً بِحَجَرٍ".
Maknanya: 
"Ya Allooh dekatkanlah aku ke Tanah Bayt al Maqdis meskipun sejauh lemparan batu".

Kemudian Rasulullooh bersabda :
"وَاللهِ لَوْ أَنِّيْ عِنْدَهُ لَأَرَيْتُكُمْ قَبْرَهُ إِلَى جَنْبِ الطَّرِيْقِ عِنْدَ الكَثِيْبِ الأَحْمَرِ" أخرجه البخاريّ ومسلم
Maknanya : 
"Demi Allooh, jika aku berada di dekat kuburan Nabi Musa niscaya akan aku perlihatkan kuburannya kepada kalian di samping jalan di daerah al Katsib al Ahmar" (H.R. al Bukhari dan Muslim)

Faedah Hadits:
Tentang hadits ini al Hafizh Waliyyuddin al 'Iroqi berkata dalam kitab Tharh at-Tatsrib:
"Dalam hadits ini terdapat dalil KESUNNAHAN untuk mengetahui kuburan orang-orang yang sholeh untuk berziarah ke sana dan memenuhi hak-haknya".

Dan telah menjadi tradisi di kalangan para ulama Salaf dan Kholaf bahwa ketika mereka menghadapi kesulitan atau ada keperluan mereka mendatangi kuburan orang-orang sholeh untuk berdoa di sana dan mengambil berhaknya dan setelahnya permohonan mereka dikabulkan oleh Allooh. 

Al Imam asy-Syafi’i ketika ada hajat yang ingin dikabulkan seringkali mendatangi kuburan Al Imam Abu Hanifah dan berdoa di sana (saat berziarah) dan setelahnya dikabulkan doanya oleh Allaoh. Abu ‘Ali al Khallal mendatangi kuburan Musa ibn Ja’far. Ibrahim al Harbi, al Mahamili mendatangi kuburan Ma’ruf al Karkhi sebagaimana diriwayatkan oleh al Hafizh al Khathib al Baghdadi dalam kitabnya “Tarikh Baghdad”. Karena itu para ahli hadits seperti al Hafizh Syamsuddin Ibn al Jazari mengatakan dalam kitabnya 'Uddah al Hishn al Hashin :
 "وَمِنْ مَوَاضِعِ إِجَابَةِ الدُّعَاءِ قُبُوْرُ الصَّالِـحِيْنَ".
Maknanya:
"Di antara tempat dikabulkannya doa adalah kuburan orang-orang yang saleh ".

Al Hafizh Ibn al Jazari sendiri sering mendatangi kuburan Imam Muslim ibn al Hajjaj, penulis Shohih Muslim dan berdoa di sana sebagaimana disebutkan oleh Syekh Ali al-Qari dalam Syarh al Misykat.

Posting Komentar untuk "Ziarah di Bulan Ramadhan dan setelah Lebaran"