Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ziarah Guru Mulia KH Ahmad Marzuqi bin Ahmad Mirshod Jakarta Timur

Di sela safari saya dalam mencari ilmu dengan guru-guru kami yang bersanad sampai kepada syaikh Abdullah Al Harari. Kami diberi waktu untuk beristirahat, waktu inilah kami gunakan untuk berziarah kepada guru mulia syaikh KH Ahmad Marzuqi bin Ahmad Mirshod Jakarta Timur.

Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk berziarah di makamnya, yaitu di lokasi pemakanan guru mulia syeh marzuki. Biografi guru mulia adalah sebagai berikut;

Beliau bernama KH Ahmad Marzuki bin Mirsod bin Hasnum bin Khatib Sa’ad bin Abdurrahman bin Sultan Ahmad al-Fathani dan mempunyai gelar Laqsana Malayang alias beliau disebut Guru Marzuki (1877-1934 M). Guru mulia merupakan salah satu dari mahaguru para ulama Betawi. Guru marzuki memiliki peran sangat penting dalam penyebaran dakwah Islam di tanah Betawi. 

Dalam sejarahnya, Guru Marzuki ini adalah bagian dari enam Guru Ulama Betawi, yang diantaranya adalah Guru Mansur (lokasi Jembatan Lima), Guru Marzuki (lokasi Cipinang Muara), Guru Mughni (lokasi Kuningan), Guru Madjid (lokasi Pekojan), Guru Khalid (lokasi Gondangdia), dan Guru Mahmud Ramli (lokasi Menteng). 

Sebutan Guru ini adalah menurut para ulama betawi mempunyai status tertinggi daripada ustad dan muallim. Guru adalah istilah yang disematkan karena mempunyai ilmu yang luas dan 'alim allamah.

Garis keturunan, Guru Marzuki bernasab yang berasal dari bangsawan Melayu Pattani, dari ayahnya yang sampai kepada Sultan Laqsana Malayang, yaitu salah seorang sultan Melayu di Negeri Pattani Thailand Selatan. Sedangkan nasab dari ibunya, yaitu Hajjah Fatimah binti Syihabuddin bin Magrabi al-Maduri mempunyai garis nasab berasal dari pulau Madura yang sampai kepada Maulana Ishaq, Gresik Jawa Timur. 

Guru Marzuki ini sangat rajin dalam belajar ilmu agama, sehingga beliau mempunyai banyak guru. Diantara guru-gurunya adalah sebagai berikut;

  1. Syekh Usman al-Sarawaqi, 
  2. Syekh Muhammad Ali al-Maliki, 
  3. Syekh Muhammad Amin, 
  4. Sayyid Ahmad Ridwan, 
  5. Syekh Hasbullah al-Misri, 
  6. Syekh Mahfuz al-Termasi, 
  7. Syekh Salih Bafadhal, 
  8. Syekh Abdul Karim, 
  9. Syekh Muhammad Sa’id al-Yamani, 
  10. Syekh Umar bin Abu Bakar Bajunayd, 
  11. Syekh Mukhtar bin ‘Atarid, 
  12. Syekh Khatib al-Minangkabawi, 
  13. Syekh al-Sayyid Muhammad Yasin al-Basyumi, 
  14. Syekh Marzuki al-Bantani, 
  15. Syekh Umar Sumbawa, 
  16. Syekh Umar Syatha, dan 
  17. Sayyid Ahmad Zaini Dahlan. 
Anda bisa cari buku buku tentang sejarah lengkap dari Guru Marzuki yang ada di toko buku. Sudah banyak yang meneliti peran penting Guru Marzuki di masa hidupnya. Dan beliau juga mempunyai banyak santri atau murid. 

Diantara muridnya yang tercatat dan menjadi ulama Betawi, antara lain;

  1. KH Noer Ali (Bekasi, 1913-1992), 
  2. KH Muhammad Tambih Kranji (Bekasi, 1907-1977), 
  3. KH Abdullah Syafi’i (Bali Matraman, 1910-1985), 
  4. KH Tohir Rohili (Bukit Duri, 1920-1999), 
  5. KH Hasbiallah (Klender, 1913-1982), dan 
  6. Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf. 
  7. dan masih banyak lagi.
Kiprah di NU saat itu, KH Hasyim Asy’ari sedang mendirikan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi ke-islam-an Indonesia yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah. Guru Marzuki langsung mengambil peran dan berkontribusi dalam menegakkan NU di tanah Betawi. Guru Marzuki merupakan tokoh kiai NU di Betawi sebagai pendiri dan pejuang pertama yang mendukung tegaknya Nahdlatul Ulama di Batavia pada tahun 1928. 

Hubungan Guru Marzuki dengan NU semakin erat ketika cucunya KH Umairah Baqir menikah dengan adik kandung KH Idham Chalid.

Dan yang membuat hati saya bahagia dan senang adalah sanad saya saat mengaji kitabul iman Min Shohihul Bukhori bersama syaikh salim, ini sambung juga kepada Guru mulia KH. Marzuki bin Mirsod. Jadi sekaligus saya berziarah dan tabarukan yang sanad yang saya peroleh bersambung kepada beliau. Alhamdulillah.

Posting Komentar untuk "Ziarah Guru Mulia KH Ahmad Marzuqi bin Ahmad Mirshod Jakarta Timur"