UPDATE

Mengenal Jaka Poleng Kisah Rakyat Brebes

Mengenal Jaka Poleng


Diceritakan oleh sahabat kami, kyai Abdul Haq dari kedawon Brebes, beliau berkisah:
"Yang saya dengar langsung dari Abah Dim, Tegal Glagah, Wanasari, Brebes --𝘳𝘢𝘩𝘪𝘮𝘢𝘩𝘶𝘭𝘭â𝘩--, Jaka Poleng itu sebutan seorang ulama yang menjadi penasehat bupati. Cerita rakyat yang menyebutkan beliau sebagai pencari rumput kuda bupati sangat identik dengan penggembala, simbol sosok yang bertanggungjawab atas keberlangsungan tata kelola pemerintahan khususnya Brebes. Bocah angon; penggembala adalah perlambang pemimpin baik pribadi, keluarga masyarakat banyak juga pemerintahan. 
Setiap kita adalah penggembala; pemimpin yang bertanggungjawab utamanya atas keselamatan diri sendiri dahulu. 

Menyimak ungkapan ulama dari kalangan tabi'in terkemuka al Hasan al Bishri - 𝘳𝘢𝘥𝘭𝘪𝘺𝘢𝘭𝘭â𝘩𝘶 '𝘢𝘯𝘩𝘶--, kuda yang menjadi alat transportasi kala itu adalah simbol dunia. Dalam salah satu kata mutiaranya, beliau menuturkan: 

 الدّنيا كالراحلة إن ركبتها حملتك
 وإن ركبتك قتلتك 

"𝘋𝘶𝘯𝘪𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘶𝘮𝘱𝘢𝘮𝘢 𝘩𝘦𝘸𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘯𝘨𝘨𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯. 𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶 𝘮𝘢𝘮𝘱𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘥𝘢𝘳𝘢𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘪𝘬, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘪𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘳𝘢𝘯𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯𝘮𝘶 𝘥𝘪 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘢𝘵. 𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘢𝘴𝘢𝘪𝘮𝘶, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘪𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘪𝘯𝘢𝘴𝘢𝘬𝘢𝘯𝘮𝘶." 

Menjadi orang yang mampu 𝘢𝘯𝘨𝘰𝘯; menggembala; bertanggungjawab atas kemaslahatan umat adalah karakter utama para ulama. Memelihara, mampu mengendalikan dan memanfaatkan dunia yang digambarkan dengan kuda adalah perlambang pribadi yang sudah purna dalam menundukkan 𝘯𝘢𝘧𝘴𝘶 𝘭𝘢𝘸𝘸𝘢𝘮𝘢𝘩 ; hati yang kerap kali ingin berbuat jelek dan tak silau dengan gebyar dunia, yang sudah terpatri pada sosok Jaka Poleng sehingga pantas menjadi penasehat bupati. 

𝘞𝘢𝘭𝘭â𝘩𝘶 𝘢'𝘭𝘢𝘮
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar