5 Hal Sebagian Tanda Hari Kiamat: Perzinaan Marak dimana-mana
Sudah sangat sering kita mendengar kabar tentang berbagai macam kejahatan seksual, mulai dari kalangan anak-anak sampai kepada yang tua, mulai dari kalangan orang yang memang bejat dhahirnya, sampai pada orang dzahirnya seperti ulama.
Bahkan dari kalangan pesantren itu sendiri. Predator yang menggetarkan hati adalah dari Kabupaten Pati, yang dikabarkan sampai 50 santriwati. Ini sungguh sangat miris dan menurunkan derajat pesantren itu sendiri karena pelakunya adalah pengasuh atau kyainya sendiri.
Hal ini sudah dikabarkan oleh Rosulullah, dimana ada masa yang perzinaan itu marak dimana-mana, di pesantren, di jalananan dan bahkan rumah sendiri dari keluarganya sendiri. Rosulullah mengabarkan bahwa apabila seseorang melakukan lima hal, maka orang itu akan dihukum dengan lima hal. Dan lima hal itu adalah sebagai tanda-tanda semakin dekatnya hari kiamat.
Pertama, Hal pertama adalah apabila suatu kaum melakukan dengan secara terang-terangan akan perzinaan maka akan menjalar berbagai wabah dan penyakit yang tidak dikenal sebelumnya di kalangan umat manusia.
Hal pertama yang diterangkan oleh Nabi ini telah benar-benar terjadi. Perzinaan sudah seperti makanan sehari-hari, terdengar kabar setiap hari terjadi perzinaan dan marak dimana-mana. Berita hamil di luar nikah sekarang ini sudah seperti hal yang lumrah di tengah masyarakat. Pergaulan bebas, pakaian semakin minim, bahkan sudah menjadi kebiasaan berpakaian minim. Rasa malu akan mengumbar aurat sudah hilang diantara kaum manusia sekarang ini.
Bahkan yang lebih parah lagi adalah mereka kaum zina, sudah tidak punya malu untuk melakukan perzinaan dan merekamnya dengan live dan di sebarkan di berbagai jaringan internet serta sosial media. Kumpul kebo sudah menjadi tren dan bahkan untuk menikah saja ada sesi test drive dulu dengan staycation berdua sebelum menikah. Ini sudah menyebar di berbagai anak muda zaman sekarang. Mereka tidak lagi mengikuti hukum islam.
Akibat dari berbagai macam musibah tersebut adalah munculnya berbagai macam penyakit yang tidak dikenal sebelumnya.
Kedua, Hal kedua adalah apabila suatu kaum telah mengurangi timbangan dan ukuran serta berbuat curang dalam jual beli, maka mereka akan di azab dengan kekeringan dan kemarau yang berkepanjangan, tidak hanya itu, mereka akan mendapati harga-harga yang melambung tinggi kebutuhan pokok serta kezaliman para penguasa. Inilah yang dikabarkan oleh Rasulullah.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dan dinyatakan oleh al-Hafizh al-Haitsami dalam kitab Majma’ az-Zawa’id sebagai hadits yang shalih lil ‘amal bihi (layak dipedomani), bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ، وَأَعُوذُ بِاللهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ: لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ، حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ، وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا، وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ، وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ، وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ، وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا، وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللهِ، وَعَهْدَ رَسُولِهِ، إِلَّا سَلَّطَ اللهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ، وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللهِ، وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللهُ، إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ
Bukankah sekarang inflasi sudah semakin tinggi, harga kebutuhan pokok, nilai tukar rupiah, dan para pedagang sudah banyak yang curang, para penjual daging juga curang dan tidak sesuai syariat, dan masih banyak lagi. Begitu juga sekarang hukum dari para penguasa sudah semakin dzalim. Maka berhati-hatilah. Hal ini juga sudah semakin sulit menemukan pedagang yang jujur. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
التَّاجِرُ الصَّدُوْقُ يُحْشَرُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ (رَوَاهُ التِّـرْمِذِيُّ)
Maknanya: “Seorang pedagang yang jujur akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama para nabi, para wali yang berderajat tinggi dan orang-orang yang mati syahid” (HR at-Tirmidzi).
Ketiga, hal yang ketiga adalah apabila suatu kaum sudah tidak mau membayarkan zakat, maka langit akan berhenti meneteskan air hujan untuk mereka. Rosulullah menegaskan dalam hal ini bahwa seandainya bukan karena binatang-binatang, maka Allah tidak akan menurunkan hujan sama sekali untuk mereka.
Disinilah pentingnya saling menasehati, bahwa yang akan terkena musibah jika mereka melakukan itu bukan hanya para pelakunya saja, orang yang tidak melakukan juga akan terkena imbasnya atau dampaknya. Maka perlu bagi yang mempunyai ilmu untuk menasehati dengan memberikan ilmunya kepada mereka tentang zakat. Baik pada zakat mall (harta) atau zakat badan (fitrah). Kedua zakat ini adalah hukumnya wajib bagi yang mampu. Dan jika mereka enggan membayarkan zakatnya maka ini akan menurunkan azab bagi semua orang.
Keempat, hal yang keempat adalah apabila suatu kaum dikalangan manusia sudah tidak lagi menjalani kewajibannya dengan kata lain mereka sudah meninggalkan perintah Allah dan Rasul-Nya serta juga justru melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya maka hal ini akan menurunkan azab bagi mereka dengan Allah akan menjadikan mereka dikalahkan dan dikuasai oleh musuh-musuh mereka di luar kalangan mereka, kemudian musuh-musuh mereka ini akan mengambil paksa apa yang ada di diri mereka, apa yang mereka miliki, harta, bahkan tanah air mereka semua diambil paksa.
Bukankah keadaan semacam ini sudah terjadi dilakangan kita. Bahkan telah terjadi dikalangan umat islam sejak ratusan tahun terakhir ini. Secara jumlah, umat islam justru semakin bertambah akan tetapi mereka tidak berdaya, karena hati mereka sudah dipenuhi dengan dunia, hati mereka sudah tertaut dengan dunia. Secara kualitas, umat islam sekarang ini jauh dan sangat jauh dari nilai-nilai keislaman itu sendiri.
Memegang teguh aqidah dan ajaran islam adalah sebuah kekuatan yang amat dahsyat yang tidak terkalahkan oleh siapapun sebagaimana dibuktikan umat islam terdahulu yang mencapai puncak kejayaannya. Sebaliknya, menjauh dari ajaran dan nilai-nilai keislaman serta banyak berbuat maksiat adalah kelemahan yang membuat musuh-musuh Islam dengan mudah mengalahkan mereka. Sayyidina Umar radliyallahu 'anhu menegaskan:
إِنَّا كُنَّا أَذَلَّ قَوْمٍ فَأَعَزَّنَا اللهُ بِالْإِسْلَامِ فَمَهْمَا نَطْلُبُ الْعِزَّةَ بِغَيْرِ مَا أَعَزَّنَا اللهُ بِهِ أَذَلَّنَا اللَّهُ (رَوَاهُ الْحَاكِمُ فِي الْمُسْتَدْرَكِ)
“Sesungguhnya kita dulu (sebelum masuk Islam) adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan kita dengan Islam (dengan berpegang teguh aqidah dan ajaran nilai-nilai islam), maka jika kita ingin mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka kita akan kembali dihinakan oleh-Nya.” (HR. Al-Hakim dalam al-Mustadrak).
Dan yang kelima, hal kelima ini adalah apabila suatu kaum, para penguasa dan pemimpin mereka tidak lagi memerintah dengan adil sesuai dengan petunjuk Al-Qur'an dan lebih menuruti hawa nafsu mereka, maka Allah akan menjadikan kaum tersebut saling bertengkar, saling bermusuhan, saling berperang dan saling menyerang, sehingga akhirnya mereka binasa bukan karena serangan musuh dari luar, akan tetapi karena perang saudara sesama mereka sendiri.
Bukankah ini sudah terjadi diantara kita? kita saling menyerang, saling bertengkar bahkan di kelauarga sendiri juga saling bermusuhan? Na'udzubillah...
Semoga Allah Ta'ala melindungi kita dari berbagai macam mara bahaya ini.
