UPDATE

Dosa Tradisi Dusta di Aprilmop

 Dalam tradisi orang luar negeri, Kebohongan adalah kebanggaan bagi mereka. Tradisi Dusta ini telah menjadi budaya orang kafir dan menjadi budaya dan tren di setiap tahunnya, terlebih pada saat foolsday atau april mop


April Mop ini adalah tradisi dusta atau ngeprank dan lelucon tanpa dianggap bersalah. Tentu hal ini bertentangan dengan ajaran islam. Dusta yang dilakukan pada april mop dan hari hari lainnya ini mereka jatuh pada Dusta yang diharamkan dan hukumnya adalah dosa. 

Orang kafirlah yang mempropagankan tradisi Dusta ini, dan tradisi ini mempengaruhi generasi bangsa, anak anak muda mudi. Bahkan kedustaan ini mereka menganggapnya tidak bersalah, Na'udzubillah min dzalik. 

Kebohongan adalah Akhlaq Tercela dan Bencana yang Membinasakan

Sesungguhnya kebohongan adalah kebiasaan buruk, kebiasaan yang membinasakan dan merupakan tabiat yang jelek dan kotor. Apabila kebohongan menyebar di tengah masyarakat, maka ia menjadi sebab kehancuran dan malapetaka bagi penduduknya. Kebohongan di dalam rumahtangga juga menjadi sebab kehancuran dan perceraian bagi suami istri. Kebohongan menjadi sebab hancurnya muamalah (transaksi), Kebohongan menjadikan runtuhnya kepercayaan diantara manusia. 

Kebohongan juga menjadikan putusnya hubungan, hilangnya hak-hak, dan terkadang mendatangkan dampak buruk bagi pelakunya, yaitu kerusakan yang menghancurkan bagi diri pelaku maupun orang lain. 

Kebohongan adalah perkataan yang bertentangan dengan kenyataan (hal yang sebenarnya), atau memberitakan sesuatu tidak sebagaimana adanya, dengan sengaja dan dengan kesengajaan, padahal pelakunya mengetahui bahwa berita tersebut bertentangan dengan kebenaran. Inilah yang sangat diperingatkan oleh syariat dengan peringatan yang keras; karena kebohongan dapat mengantarkan manusia kepada fujur (kejahatan), yaitu melenceng dari kebenaran, serta terjerumus ke dalam maksiat dan keburukan. Apabila kebohongan itu dilakukan berulang-ulang oleh seorang hamba, maka ia akan menjadi kebiasaan dan tabiat yang sulit untuk dilepaskan. Karena kebohongan pertama akan ditutupi dengan kebohongan kedua dan seterusnya. Pada saat itulah, ia dicatat sebagai seorang pendusta (kadzdzab). Kita memohon kepada Allah agar selamat dari perbuatan dusta.

Perintah Untuk melakukan Kejujuran

Sesungguhnya Allah Ta'ala memerintahkan kejujuran, sebagaimana firman Allah Ta'ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ (119)

Artinya: "Bertakwalah kepada Allah dengan mengerjakan apa yang Dia wajibkan atas kalian dan meninggalkan apa yang Dia larang, serta jadilah kalian bersama orang-orang yang jujur dalam niat mereka, amal perbuatan mereka, perkataan mereka, dan keadaan mereka". (Q.S. At-Taubat 119)

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ 

Mereka adalah orang-orang yang jujur dalam segala keadaan. Allah Ta’ala memuji mereka dan meninggikan sebutan mereka.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ

Artinya: "Seandainya mereka benar-benar jujur kepada Allah dalam iman dan ketaatan, niscaya itu lebih baik bagi mereka."

Ayat ini disebutkan dalam konteks pembicaraan tentang orang-orang munafik yang menampakkan sesuatu yang tidak ada di dalam hati mereka.

Allah Ta’ala juga berfirman dalam rangka memperingatkan dari berbohong atas nama-Nya:

وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُم مُّسْوَدَّةٌ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْمُتَكَبِّرِينَ

(Az-Zumar: 60).  

Ayat-ayat yang jelas ini menunjukkan dalil yang nyata akan keagungan kedudukan kejujuran, betapa dahsyatnya dosa kebohongan, bahwa kejujuran adalah seluruhnya kebaikan, dan bahwa kebohongan adalah seluruhnya keburukan.

Kejujuran termasuk akhlak mulia yang diperintah oleh syariat. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menunjukkan hamba-hamba-Nya yang beriman kepada setiap sifat kebaikan dan melarang mereka dari setiap sifat keburukan. Demikian pula Rasul-Nya yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah mengutus beliau sebagai pengajar kebaikan bagi manusia, sebagai penyeru kepada akhlak mulia dan sifat-sifat terpuji. Sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam:

«إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ»

(“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”)

Di antara akhlak mulia yang paling agung adalah kejujuran. Ia adalah akhlak para nabi dan orang-orang saleh. Dengan kejujuran, hati menjadi bersih, amal-amal menjadi suci, perkataan menjadi lurus, seorang hamba dapat menyusul golongan orang-orang yang berbakti (al-abrar), dan ia akan sampai kepada keridhaan Allah Yang Maha Pengampun. Maka sudah menjadi kewajiban bagi seorang hamba untuk senantiasa menjaga kejujuran dalam perkataannya, keikhlasan dalam amalnya, dan kebersihan dalam segala keadaannya, agar ia termasuk golongan orang-orang yang baik dan memperoleh keridhaan Allah.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar