Jangan Heran dengan Orang yang bisa Terbang atau berjalan diatas air
0 menit baca
Di zaman ini, ada banyak orang yang seringkali heran dengan kejadian kejadian aneh. Bahkan sampai sampai menganggapnya sebagai wali ketika ada orang yang bisa berjalan di atas air, atau bahkan bisa terbang.
Ketauhilah saudaraku, ukuran kebenaran bukan lah pada keajaiban yang dipertunjukkan atau justru dipamerkan kepada kalayak orang banyak. Tetapi kebenaran ini timbangannya adalah syariat agama. Agama yang hak yaitu Islam. Jika perbuatannya tersebut tidak melanggar syariat islam, maka boleh diterima dan diambil sebagai pelajaran. Akan tetapi jika perbuatannya tersebut melanggar syariat maka tidak boleh diterima, dan tidak boleh dilakukan apalagi menirunya. Walaupun mereka bisa terbang atau berjalan diatas air.
Dan sesungguhnya untuk bisa mengetahui syariat adalah dengan belajar ilmu agama kepada guru yang terpercaya, tsiqoh, bersanad, amanah dalam menyampaikan ilmunya. Tidak boleh berguru kepada guru yang tidak punya sanad, ia dipastikan akan ngawur dan tersesat.
Sejak zaman salaf, belajar ilmu agama adalah dengan bertatap muka secara langsung (musafahah), dan guru mengajar dengan penuh tanggung jawab serta amanah dalam menyampaikan ilmunya yang didapat dari gurunya begitu seterusnya sampai Rosulullah shallallaahu 'alaihi wasallam.
Cirinya berguru dengan guru yang amanah adalah ketika kita tanya sesuatu dan dia menjawab dengan tidak tahu ketika memang dia tidak tahu, maka guru yang seperti inilah yang harus kita teladani dan kita ikuti. Hal ini dipastikan dia tidak ngawur dalam menyampaikan ilmunya.
Jadi kita harus memilih Guru yang jelas memiliki sanad. Artinya pemahaman gurunya tersebut sama dengan guru tersebut. Dengan kriteria sebagai berikut:
1. Ilmu Agama Itu dipelajari dari guru, Bukan Ditemukan
Dalam tradisi Ahlussunnah, ilmu agama diterima dari guru ke guru yang tsiqat (terpercaya) & amanat --bukan asal orang yang dianggap guru, asal bisa baca kitab dan semacamnya-, bukan hasil membaca sendiri --otodidak-- dan disimpulkan sendiri.
Imam Abdullah bin Mubarak رØÙ…Ù‡ الله berkata:
الإسناد من الدين، لولا الإسناد لقال من شاء ما شاء
“Sanad itu bagian dari agama. Kalau-lah tanpa sanad, maka siapa pun bebas berkata apa saja yang ia mau.”
Orang yang berbicara agama tanpa sanad sekarang ini sudah sangat banyak dan itu berbahaya & merusak. Karena mereka tidak berdasarkan pemahaman dari gurunya. Mereka cenderung mengarang dengan sesuka hatinya.
2. Memiliki Sanad
Sanad ini adalah penjaga kemurnian Agama. Cirinya adalah pemahamannya benar dalam beraqidah, fiqih dan lainnya sesuai dengan gurunya yang sama dengan para ulama ahlussunnah.
Sanad ini untuk memastikan bahwa Ilmu yang didapat dari guru itu bersambung ke ulama sebelumnya yang tsiqat dari masa ke masa.
Dan sanad ini sesuai dengan apa yang dipahami para manhaj ulama yang tsiqat serta amanah, bukan hawa nafsu dan pendapat perorangan.
3. Guru Ahlussunnah Itu Dikenal, Bukan Viral
Peran guru dalam mendapatkan sanad ini sangat penting. Guru tersebut dapat diketahui dari pemahamannya yang sesuai dengan manhaj ahlussunnah wal jamaah.
Ciri guru yang sanadnya jelas adalah ia memiliki guru yang dikenal tsiqat & amanah, bertatap muka secara langsung belajar talaqqi di hadapn guru. Bukan belajar dari YouTube, Fb dan semacamnya.
Bahaya Berguru Tanpa Sanad
Jika guru tidak jelas sanadnya, maka yang terjadi adalah Ia berfatwa, berbicara perkara agama tanpa ilmu, ia tidak kenal ilmul hal, ilmu addiin ad-dharuriyy yang wajib diketahui setiap muslim mukallaf. Tidak mampu membedakan mana haq dan mana yang bathil. Dampaknya adalah apa yang telah diajarkan ini merusak dirinya dan yang mengikutinya. Rusak dan merusak. Sesat dan menyesatkan.
Oleh karena itu wahai saudaraku. Ilmu agama tanpa sanad → pasti sesat dan menyimpang dari jalannya ulama' ahlussunnah. Ingatlah bahwa Guru instan, yang tidak talaqqi mu'tabar kepada guru/ulama' tsiqat maka ia berbicara semau nya, seenaknya sendiri berfatwa tanpa ilmu dan akan menyesatkan ummat.
Wahai saudaraku, Sanad ilmu agama itu jelas, agama terjaga dari tahriif perkara aqidah dan hukum-hukum syariat. Dengan berguru; talaqqi kepada ulama' tsiqat amanah, maka akan selamat dalam beragama.
Maka benar kata ulama' ahlussunnah:
“Jika agamamu kau ambil dari orang yang tidak jelas sanadnya, atau tanpa sanad maka bersiaplah menanggung akibatnya, rusaknya aqidah dan jauh dari pemahaman yang lurus yang dipahami ulama' tsiqat & amanah dari kalangan ahlussunnah waljamaah.”.
Semoga dapat dipahami dan diamalkan.